hujan memedi - siluman hujan matahari di bali

Kategori : Adventure | Di buat pada Apr 04, 2021

Pernahkah Anda bertanya-tanya bagaimana mungkin turun hujan saat matahari bersinar? Sementara sains memiliki penjelasannya sendiri, cerita rakyat Bali memiliki sejarah yang penuh warna di balik fenomena ini.

Kami semua telah menerima beberapa tanggapan aneh tentang mengapa ini terjadi. Salah satu pepatah umum yang berasal dari Amerika Selatan menyatakan bahwa ketika fenomena yang tidak biasa terjadi, iblis mencium istrinya atau memukuli neneknya. Ini disebut Hari Pernikahan Rubah di Jepang. Meskipun logika rasional menerangi 'hujan matahari' ini sebagai fenomena cuaca, orang Bali percaya akan kehadiran yang lebih berbahaya.

Saat hujan dan matahari tinggi, anak-anak secara khusus disarankan untuk duduk di dalam ruangan, menurut kepercayaan tradisional Bali. Ini karena kepercayaan populer bahwa iblis sedang melahirkan di tempat lain. Namun, masyarakat Bali lebih cenderung menggunakan istilah folkloric 'Hujan Memedi', yaitu hujan roh Memedi, yang dikenal suka mencuri anak kecil dan menggendongnya sebagai mainan. Beberapa percaya bahwa hujan Memedi mewakili tetesan air mata roh jahat, jadi orang tetap bersembunyi untuk menghindari kontak dengan tetesan setan ini! Sains, di sisi lain, menawarkan penjelasan yang lebih logis: serangan asam

Penampakan tersebut terlihat seperti manusia dengan kulit kecokelatan dan wajah yang aneh dan dikatakan hidup di hutan, semak-semak, atau bebatuan besar. Istilah yang paling sering diidentikkan dengan roh adalah 'krebang Memedi', yang artinya ditutupi atau dipegang oleh Memedi. Banyak insiden penghilangan anak yang disalahkan pada makhluk dongeng tersebut.

Sering diasumsikan dalam cerita rakyat tradisional Bali bahwa jika seorang anak ditangkap oleh entitas misterius ini, satu-satunya cara untuk menyelamatkan orang yang hilang adalah penduduk desa dengan menabuh alat musik mereka dalam kerumunan untuk menyambut anak itu kembali ke tempat ini.

Orang-orang juga percaya Hujan Memedi adalah akar dari kecelakaan dan penyakit, yang tidak ada solusi lain selain mencegah interaksi dekat dengan cara apa pun! Hujan sering kali tidak terdeteksi karena sinar matahari tampaknya mengeksploitasi keberadaan awan mendung, dan akibatnya, orang Bali tidak dapat memprediksi hujan, terutama sebelum upacara, dan oleh karena itu dianggap sebagai pukulan kesialan.


Please display the website in portrait mode!