Pemasangan patung ikonik Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Bali—yang berlokasi di taman budaya bernama sama di Jimbaran, Kabupaten Badung—dijadwalkan rampung pada Agustus 2018, hampir tiga dekade setelah gagasan pembuatannya muncul pada tahun 1989.
Direktur PT Nuart Consultant, Ersat B. Amidarmo, mengatakan kepada Tempo pada hari Rabu bahwa patung berbahan tembaga yang pengerjaannya telah mencapai sekitar 58 persen ini akan menjadi patung tertinggi dan terbesar di dunia.
Karya pematung I Nyoman Nuarta ini diharapkan menjadi tengara fenomenal yang mampu menyaingi Patung Liberty di New York. "Patung Liberty memiliki tinggi 93 meter, sedangkan GWK akan mencapai 121 meter," ujar Ersat, seraya menambahkan bahwa landasan patung GWK juga jauh lebih besar, yakni sekitar delapan kali ukuran landasan Patung Liberty. Setelah rampung, tinggi patung ini akan setara dengan gedung berlantai 21.

Meskipun dijadwalkan rampung dua bulan sebelum Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia yang akan digelar di Bali pada Oktober 2018, Ersat mengatakan bahwa target tanggal penyelesaian tersebut hanyalah sebuah kebetulan. "Namun, hal itu memang akan menjadi momen yang tepat untuk mempromosikan patung tersebut," tambahnya.
Perancang patung, I Nyoman Nuarta, mengatakan bahwa tenggat waktu 17 Agustus 2018 itu merupakan "hadiah" untuk memperingati HUT ke-73 kemerdekaan Indonesia. "Harapannya, Taman Budaya GWK akan menjadi pusat budaya bagi dunia, dan karya seni ini dapat menghasilkan pendapatan serta menarik lebih banyak wisatawan mancanegara maupun domestik," ujar Nuarta.
Setelah rampung, pengunjung patung raksasa ini nantinya dapat berjalan-jalan di dalam ruang-ruang bagian dalamnya. Namun, karena patung ini melambangkan Dewa Wisnu—dewa pencipta dalam kepercayaan Hindu—pengunjung hanya diperbolehkan naik hingga ke area setinggi dada patung.