Sistem perizinan Indonesia sedang mengalami perombakan besar-besaran dengan peluncuran KBLI 2025. Jika Anda pemilik PT PMA atau berencana mendirikan perusahaan di Bali, hal ini akan berdampak langsung pada lisensi, tingkat risiko, dan persyaratan kepatuhan bisnis Anda.

Dalam artikel ini, Anda akan mempelajari apa saja yang berubah, bagaimana dampaknya terhadap bisnis Anda, dan langkah praktis apa yang harus diambil sekarang agar tetap patuh hukum. Bagi Anda yang bergerak di sektor properti atau hospitaliti, informasi ini sangatlah krusial.


Apa Itu OSS — dan Mengapa Ini Penting?

Sistem perizinan di Indonesia beroperasi melalui platform Online Single Submission (OSS), yang dikelola di bawah Kementerian Investasi (BKPM). OSS adalah pusat di mana bisnis:

  • Mendaftarkan perusahaan

  • Memilih kode klasifikasi bisnis (KBLI)

  • Mengajukan izin operasional

  • Mendapatkan NIB (Nomor Induk Berusaha)

Setiap perubahan struktural pada OSS memengaruhi perusahaan baru maupun yang sudah ada — terutama PT PMA.

Apa Itu KBLI 2025?

KBLI (Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia) adalah sistem klasifikasi bisnis resmi di Indonesia. Setiap perusahaan wajib beroperasi di bawah kode KBLI yang spesifik. Dengan pembaruan 2025, pemerintah diperkirakan akan:

  1. Melakukan reklasifikasi aktivitas bisnis tertentu.

  2. Mendefinisikan ulang sektor yang diizinkan untuk investasi asing.

  3. Menyesuaikan tingkat risiko untuk industri tertentu.

  4. Mewajibkan pembaruan atau penambahan lisensi.

Sektor yang Kemungkinan Besar Terdampak:

  • Real estate & pengembangan properti

  • Sewa jangka pendek (villa/apartemen) & hospitaliti

  • Konsultansi & layanan digital

  • Konstruksi & manajemen proyek

  • Perdagangan & impor/ekspor


Bagaimana Dampaknya Terhadap PT PMA yang Sudah Ada?

Jika Anda sudah menjalankan PT PMA, berikut adalah tiga poin utama yang mungkin berubah:

1. Penyesuaian Izin

Kode KBLI Anda saat ini mungkin tidak lagi mencerminkan aktivitas bisnis Anda secara penuh. Hal ini dapat memerlukan amandemen dokumen perusahaan atau pengajuan ulang izin tertentu.

2. Perubahan Tingkat Risiko

Indonesia mengkategorikan bisnis sebagai risiko rendah, menengah, atau tinggi. Jika klasifikasi sektor Anda berubah, izin tambahan atau inspeksi fisik di lokasi mungkin menjadi wajib.

3. Persyaratan Modal & Pelaporan

Beberapa kode KBLI terkait erat dengan ambang batas investasi minimum. Reklasifikasi dapat berdampak pada kepatuhan modal dan kewajiban pelaporan LKPM Anda.


Dampak bagi Registrasi Bisnis Baru di Tahun 2026

Jika Anda berencana mendirikan perusahaan tahun ini, strategi menjadi sangat penting:

  • Pemilihan KBLI menjadi lebih strategis dari sebelumnya.

  • Memilih kode yang salah dapat membatasi aktivitas Anda atau menyebabkan pemblokiran sistem di masa depan.

  • Melakukan perubahan di kemudian hari bisa memakan biaya dan waktu yang besar.

Hal ini sangat relevan bagi investor asing yang memasuki sektor properti, hospitaliti, atau jasa di Bali.


Mengapa Indonesia Memperbarui Sistem Ini?

Pembaruan regulasi ini bertujuan untuk:

  • Meningkatkan pengawasan terhadap entitas milik asing.

  • Menyelaraskan sektor bisnis dengan prioritas ekonomi nasional.

  • Memperketat kepatuhan di industri dengan pertumbuhan tinggi seperti properti di Bali.

  • Modernisasi sistem perizinan digital untuk akurasi data yang lebih baik.


Apa yang Harus Dilakukan Pemilik Bisnis Sekarang?

Penyesuaian proaktif jauh lebih mudah daripada perbaikan reaktif.

✔️ Tinjau kode KBLI Anda saat ini segera.

✔️ Pastikan aktivitas bisnis nyata Anda sesuai dengan pendaftaran.

✔️ Pantau pembaruan resmi dari OSS secara berkala.

✔️ Hindari beroperasi di luar ruang lingkup yang telah disetujui.

✔️ Konsultasikan dengan profesional sebelum memperluas atau mengubah aktivitas.


Makna Bagi Investor Properti di Bali

Bagi investor asing di Bali — terutama yang terlibat dalam pengembangan real estat atau sewa jangka pendek — penegakan regulasi menjadi lebih terstruktur. Dengan KBLI 2025, kita mungkin akan melihat:

  • Peningkatan pengawasan pada operasional sewa properti jangka pendek.

  • Penyelarasan yang lebih ketat antara aktivitas lapangan dengan lisensi.

  • Pemantauan digital yang lebih kuat melalui ekosistem OSS.

Bisnis yang terstruktur dengan benar akan menjalani transisi lebih lancar dibandingkan mereka yang beroperasi di "area abu-abu."


Kesimpulan

Perombakan OSS dan peluncuran KBLI 2025 menandakan kejelasan regulasi yang lebih ketat di Indonesia. Meskipun memerlukan perhatian dan perencanaan strategis, langkah menuju transparansi ini adalah hal positif bagi iklim investasi jangka panjang.

Di Kibarer Property, kami bekerja sama dengan konsultan hukum dan bisnis berlisensi untuk memastikan klien kami menyusun investasi mereka dengan benar. Jika Anda berencana berinvestasi, membangun, atau mengoperasikan properti pada tahun 2026, hubungi tim kami sebelum mengambil keputusan struktural.

Pengaturan yang tepat hari ini dapat menghemat waktu dan biaya yang signifikan di masa depan.