Bali dikenal dengan julukan "Pulau Dewata" yang menawarkan matahari sepanjang tahun. Namun, bagi Anda yang saat ini berada di Bali—atau sedang merencanakan kunjungan—mungkin menyadari adanya perubahan cuaca yang drastis. Hujan badai intens yang melanda wilayah Denpasar, Canggu, Kerobokan, hingga Kuta sering kali memicu pertanyaan: Apakah ini normal?

Artikel ini akan membahas tuntas pola cuaca di Bali, situasi banjir terkini, hingga tips keselamatan bagi wisatawan.


 Update Terkini: Peringatan Cuaca Ekstrem (Februari 2026)

Informasi Penting: Saat ini, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BBMKG) telah mengeluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem. Dampak hidrometeorologi yang signifikan sedang dirasakan di seluruh pulau, khususnya di wilayah Bali Selatan.

1. Titik Banjir Utama di Bali Selatan

Hujan deras yang berkelanjutan telah menyebabkan luapan air di beberapa titik vital:

  • Legian & Jalan Dewi Sri: Ketinggian air dilaporkan mencapai 30–60 cm. Jalan Nakula dan sekitarnya sulit dilalui kendaraan kecil.

  • Denpasar & Sanur: Genangan parah terjadi di Jalan Griya Anyar (Dewa Ruci) dan beberapa titik di Bypass Ngurah Rai dengan ketinggian mencapai 80 cm.

  • Evakuasi Wisatawan: Tim BPBD telah mulai mengevakuasi wisatawan dari beberapa vila di dataran rendah Legian yang terjebak banjir.

2. Gangguan Transportasi & Infrastruktur

  • Kendaraan Mogok: Hindari menerobos genangan air; ratusan motor dilaporkan mogok hari ini.

  • Pohon Tumbang & Longsor: Angin kencang hingga 45 km/jam berdampak pada pohon tumbang di Ubud (area Monkey Forest) dan Sanur, serta laporan tanah longsor di Bangli (Desa Kubusalya).

3. Penangguhan Aktivitas Laut

Akibat gelombang tinggi mencapai 4 meter, banyak operator fast boat menuju Gili Trawangan, Nusa Penida, dan Nusa Lembongan menghentikan operasional sementara. Aktivitas seperti rafting dan diving juga sangat dibatasi demi keamanan.


Memahami Pola Cuaca Bali: Mengapa Ini Terjadi?

Secara umum, Bali memiliki dua musim utama. Memahami siklus ini membantu Anda mengatur ekspektasi saat berlibur.

 Musim Hujan (November – Maret)

Ini adalah periode "Green Season" di mana Bali tampak sangat asri. Namun, puncaknya (Januari-Februari) sering membawa:

  • Monsun Barat Laut: Angin yang membawa uap air dalam jumlah besar dari Benua Asia.

  • Kelembapan Tinggi: Memicu pembentukan awan badai besar secara cepat.

  • Fenomena La Niña: Terkadang meningkatkan curah hujan di atas rata-rata tahunan.

 Musim Kemarau (April – Oktober)

Waktu di mana langit Bali paling biru dan udara lebih kering. Ini adalah musim puncak (peak season) bagi turis yang mengincar aktivitas luar ruangan.


Panduan Perjalanan: Kapan Waktu Terbaik ke Bali?

Tujuan Wisata

Waktu Terbaik

Alasan

Pantai & Matahari

Mei – September

Cuaca stabil, langit cerah.

Menghindari Keramaian

April, Mei, Oktober

Transisi musim, harga akomodasi lebih rendah.

Surfing (Pantai Barat)

November – Maret

Angin musim hujan menciptakan ombak bagus di sisi barat.

Surfing (Pantai Timur)

April – Oktober

Kondisi terbaik untuk sisi timur pulau.


Tips Keselamatan Wisatawan Saat Cuaca Ekstrem

Jika Anda terjebak dalam hujan badai atau banjir saat di Bali, lakukan langkah berikut:

  1. Pantau Info Resmi: Ikuti Instagram @bmkgbali atau unduh aplikasi Info BMKG untuk peringatan waktu nyata.

  2. Siapkan Waktu Lebih: Jika ingin ke Bandara Ngurah Rai, berangkatlah 3–4 jam lebih awal karena kemacetan akibat banjir sulit diprediksi.

  3. Hindari Bantaran Sungai: Sungai seperti Ayung dan Tukad Mati dapat meluap secara tiba-tiba (banjir bandang).

  4. Kontak Darurat: Simpan nomor darurat hotel Anda dan BPBD Bali (112) di ponsel Anda.


Kesimpulan: Apakah Wisatawan Perlu Khawatir?

Meskipun situasi banjir saat ini terlihat mengkhawatirkan, Bali adalah pulau yang tangguh dengan sistem penanggulangan bencana yang cepat. Banjir di kawasan wisata biasanya bersifat sementara dan akan surut dalam beberapa jam setelah hujan mereda.

Tetaplah waspada, ikuti arahan otoritas lokal, dan nikmati sisi lain Bali yang tenang dan hijau di musim hujan ini.